Sampai kapan kita membiarkan hal ini terus berlanjut?

PP 44 tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi dengan jelas menyatakan, Untuk memperoleh surat izin mengemudi, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a.mengajukan permohonan tertulis
b.dapat menulis dan membaca huruf latin
c.memiliki pengetahuan yang cukup mengenai peraturan lalu lintas jalan dan teknik dasar kendaraan bermotor
d.memenuhi ketentuan tentang batas usia yaitu (16 tahun untuk surat izin mengemudi golongan C dan D, 17 tahun untuk surat izin mengemudi golongan A, dan 20 tahun untuk surat izin mengemudi golongan B I dan B II )
e.memiliki ketrampilan mengemudikan kendaraan bermotor
f.sehat jasmani dan rohani
g.lulus ujian teori dan praktek

Sudah lah kita tidak membahas tentang banyaknya SIM yang diperoleh tanpa ujian teori dan praktek, karena itu sulit dibuktikan. Tapi mari kita lihat yang kasat mata. Anak seragam SMP naik motor, lewat di depan polisi tapi tidak ada tindakan?

Berapa banyak memangnya anak SMP yang berusia diatas 16 tahun??

Logika sederhananya adalah,

  • Tidak Punya SIM + Naik Motor = Pelanggaran
  • Anak SMP + Punya SIM = Pelanggaran Batas Usia
  • Anak SMP + Naik Motor = PASTI PELANGGARAN

Tanpa bermaksud meremehkan usia, tapi anak seumuran SMP memang belum bisa diharapkan bertindak bijak di jalan raya. Mereka cenderung memuaskan rasa penasaran mereka terhadap kecepatan. Selain itu, mereka juga cenderung masih pada tahapan penolakan terhadap aturan. Bukan kombinasi yang bagus untuk dilepas di jalan raya.

Salah siapa? Bukan salah si anak, tentu, karena seperti yang saya bilang usia mereka belum memungkinkan kita meminta pertanggungjawaban.

Maka semua orang dewasa, harus berubah pola pikir.

  • Polisi, jangan segan bertindak jika melihat anak naik motor di jalan raya. Itu tugas anda Dan!
  • Orang tua, jangan memberikan kendaraan bermotor untuk anaknya jika memang belum cukup usia. Saya tau anda mampu membelikannya, tapi ini masalah nyawa, bukan hanya nyawa orang laint tapi juga nyawa buah hati anda. Tidak ada ego pribadi yang sepadan dengan resiko kehilangan nyawa.
  • Blogger, posting pengalaman lalu lintas anda

Akhirul Posting, saya ingin kita semua menyadari, di tengah-tengah maraknya pasar modern dan ruko di kota kita, masih belum ada toko yang menjual nyawa cadangan…

Related Link:
http://ldk-amal-iain-antasari.blogspot.com/2008/08/sederhana-ikhlas-dan-tawadhu-in.html
http://www.caplang.net/2008/08/12/lomba-menulis-blog-share-the-road/